The Great Universe

Universe or Multiverse



 
        Gambar 1. Alam Semesta (sumber: thetanjungpuratimes.com)

             Alam semesta memberikan kita fakta ilmiah bahwa sistem tercepat sampai saat ini adalah cahaya. Cahaya memiliki kecepatan 300 Juta meter/sekon. Artinya, dalam kurun waktu satu sekon, cahaya bisa menempuh jarak 300 juta meter. Jika kita mengandaikan matahari lenyap saat ini, maka orang di bumi mengetahuinya dalam kurun waktu 8,2 menit (asumsi jarak Bumi-Matahari adalah  1 SA). Secara tidak langsung, ini mengidentifikasikan bahwa apa yang kita lihat saat ini di angkasa sudah terjadi pada massa lalu. Jagat raya memberikan pemikiran bahwa yang terjadi saat ini sudah pernah terjadi di masa lampau. Ketika kita menengok ke langit, bermiliaran bintang akan terbit. dan terbenam begitu saja. Limpahan energi alam di semesta mencoba menciutkan diri kita dengan kesadaran bahwa kita tak ada artinya dibandingkan alam semesta. 


 Gambar 2. Alam Semesta dan Bumi (Sumber: Tipsiana.com)

          Perbandingan bumi yang kita tempati dengan alam semesta lain hanya sebuah titik tak nampak. Sebegitu luasnya alam semesta sampai kita lupa bahwa yang paling berarti adalah ketidakterbatasan. Keangkuhan manusia menyebabkan manusia sulit berpikir bahwa kita tak ada atrinya dibandingkan semesta. Gambar 2, menunjukkan kepada kita bahwa bumi adalah anggota tata surya yang berpusat di matahari. Matahari sendiri adalah salah satu bintang ukuran sedang yang terkumpul di dalam galaksi Bima Sakti. 
     Galaksi Bima Sakti menyimpan berjuta bahkan bermiliar bintang yang setiap saat mengorbit pusat galaksi. Galaksi bima sakti sendiri merupakan anggota dari clauster galaksi yang lebih besar. Clauster galaksi akan bersatu kembali membentuk super clauster galaksi.
     

Comments